SUMENEP, KOMPAS — Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengembangkan wisata berbasis masyarakat sebagai upaya menarik wisatawan berkunjung. Salah satu lokasi yang terus digarap adalah Pulau Gili Iyang, sekitar 35 kilometer arah timur kota Sumenep. Lokasi tersebut memiliki kadar oksigen tertinggi di dunia, yakni 21 persen. Bupati Kabupaten Sumenep Busyro Karim, di rumah dinasnya, Senin (28/8), mengatakan, Gili Iyang merupakan destinasi wisata yang berpotensi menarik banyak wisatawan. Karena itu, warga perlu diberdayakan untuk menawarkan pengalaman yang berbeda kepada wisatawan.

Saat ini, sebanyak 20 rumah di kawasan dekat titik oksigen telah menawarkan rumahnya untuk dijadikan penginapan. Wisatawan dikenai biaya Rp 150.000 per malam. Pemkab Sumenep tengah dalam proses pembicaraan dengan warga untuk bersama-sama meningkatkan standar rumah mereka. ”Nantinya rumah warga standarnya serupa dengan hotel sehingga wisatawan lebih nyaman saat bermalam di Gili Iyang,” ujar Busyro. Pemkab Sumenep juga akan segera menyalurkan 20 sepeda gunung ke Gili Iyang yang pengelolaannya dipercayakan kepada warga. Selain itu, satu kapal cepat juga disiapkan untuk memangkas waktu perjalanan dari kota Sumenep dari sekitar 45 menit menggunakan kapal nelayan menjadi sekitar 15 menit. Warga akan dilibatkan menjadi anak buah kapal. Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sumenep Sofi Yanto mengatakan, warga juga diberdayakan menjadi pemandu wisata. Hingga saat ini, sudah ada dua pemandu wisatawan di Gili Iyang. Kedua pemandu wisata sudah dilatih bahasa Inggris. ”Pemkab Sumenep berkomitmen menambah pemandu wisata di Gili Iyang. Tahun depan, pemandu wisata itu ditargetkan mampu bicara tiga bahasa, yakni bahasa Inggris, Mandarin, dan Arab,” kata Sofi. Keterlibatan warga digalakkan seiring dengan berbagai pengembangan fasilitas di Gili Iyang yang sedang dipersiapkan. Contohnya, mulai 20 September 2017, akan ada penerbangan reguler ke Bandar Udara Trunojoyo, Sumenep, dari Surabaya dan Jember. Gili Iyang ditargetkan teraliri listrik dari PT PLN (Persero) akhir tahun 2017. Pembangunan jaringan listrik di Gili yang menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan daya 1.500 kilowatt. Pengembangan fasilitas yang diiringi pemberdayaan masyarakat diharapkan meningkatkan jumlah wisatawan ke Sumenep. Tahun 2016, jumlah wisatawan asing 1.332 orang dan wisatawan domestik 854.614 orang.

 

Sumber: Kompas.com