Indonesia menempatkan pariwisata sebagai sektor unggulan karena dampak masif terhadap perekonomian sekitar. Sejumlah 10% dari total PDB Indonesia didapatkan dari sektor pariwisata (Kementerian Pariwisata, 2017). Pemerintah menargetkan kenaikan kontribusi terhadap PDB tersebut menjadi 15% di tahun 2019, yang menjadikan ini tantangan bagi destinasi wisata untuk mempersiapkan adanya bangkitan pengunjung dan aktivitas di masa depan.

Desa Wisata Lestari (DeWils) merupakan program yang di desain secara terpadu untuk memfasilitasi pengembangan wisata desa dan meningkatkan kualitas perumahan permukiman yang ada. Program Desa Wisata Lestari berbasis pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan melalui sistem pengelolaan dan pengembangan kawasan desa yang strategis dan tepat guna, sehingga memiliki daya saing.

Perencanaan Desa Wisata Lestari (DeWils) menekankan pada prinsip berkelanjutan yang memberi manfaat bagi masyarakat, dengan mengurangi dampak negatif dari adanya pengembangan bertema wisata di desa. Pendekatan partisipatoris merupakan kunci utama dari pemenuhan informasi terkait potensi dan masalah, perumusan visi dan misi desa, sampai pada pelibatan masyarakat dalam perencanaan strategis dan pentahapan rencana.

Produk perencanaan ini diharapkan dapat memuat arahan rencana dan program-program pembangunan kawasan permukiman yang komprehensif, terpadu, dan berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip-prinsip perencanaan partisipatif dan pendekatan Tridaya (fisik/lingkungan, sosial dan ekonomi). Sehingga masyarakat mampu belajar mengelola aset dan kekayaan desa serta perencanaan dan pembangunan kawasan secara mandiri dengan tetap melakukan kolaborasi pembangunan komunitas.

Perencanaan Desa Wisata Lestari dengan partisipasi masyarakat mengangkat studi kasus Perencanaan Desa Ingirmranak, Desa Sembungan, dan Desa Kumejing di Kabupaten Wonosobo. Penjelasan tentang proses perencanaan yang melibatkan masyarakat dan hasil-hasil perencanaan yang diperoleh dari proses tersebut. Selain desa wisata, studi kasus perencanaan juga menampilkan Dusun Serut, Palbapang, Kabupaten Bantul sebagai kawasan yang melakukan perencanaan partisipatif pasca bencana.

Pentingnya membangun desa yang mandiri sesuai potensi yang dimiliki, perlu pendekatan awal kepada masyarakat sebelum perencanaan agar masyarakat bisa ikut merencanakan, dan memberikan tips kepada mahasiswa agar bisa ikut membangun desa meskipun belum menjadi professional.

Public Lecture di gelar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada pada tanggal 13 Mei 2019 dengan pembicara Dr. Ir. Mahditia Paramita, M.Sc Direktur Eksekutif Caritra. Public Lecture dihadiri oleh para mahasiswa dan dosen lintas fakultas di Universitas Gadjah Mada ini mengangkat tema tentang “Participatory Planning: DeWils, Desa Wisata Lestari Membangun Indonesia Dari Desa”.