Mrs. Lea, seorang penggiat lingkungan yang berasal dari Australia. Hari ini melakukan kunjungannya yang ke-4 kalinya ke Dusun Serut. Mrs. Lea tertarik untuk mempelajari hal-hal yang ada di Dusun Serut, diantaranya terkait praktik terbaik dalam mengembangkan dusun yang ramah lingkungan dan mandiri energi.

Dusun Serut berada di Desa Palbapang, Kecamatan Bantul, berjarak sekitar 17 kilometer dari pusat ibukota Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Cukup jauh dari pusat perkotaan dan pusat layanan perkotaan, tidak membuat Dusun Serut berhenti bersama jarak. Mereka terus berbenah dan berkembang seiring dengan perjalanan waktu. Sebagai sebuah dusun kecil dengan luas wilayah sekitar 57,25 Hektar, Dusun Serut termasuk maju dibandingkan dengan dusun-dusun kebanyakan di Kabupaten Bantul maupun DIY.

Keberhasilan Dusun Serut dalam mencapai berbagai prestasi disebabkan oleh keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam aktivitas pengembangan di Serut. Bergotong royong dalam ide dan gagasan serta keikutsertaan
masyarakat di dalam pelatihan-pelatihan mengenai lingkungan hidup membuat perkembangan Dusun Serut menjadi lebih terarah menuju pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Prestasi yang diterima Dusun Serut sangat beragam, baik penghargaan yang ditujukan untuk Dusun Serut sendiri maupun penghargaan yang ditujukan untuk Kepala Dusun Serut. Penghargaan yang pernah diterima oleh Kepala Dusun Serut Bapak Rahmad Tobadiyana antara lain sebagai motivator pengelolaan sampah mandiri tingkat Kabupaten Bantul tahun 2010 dan sebagai penggiat permukiman berkelanjutan dari Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun 2014. Penghargaan yang diterima Dusun Serut antara lain Piagam penghargaan sebagai penggiat permukiman berkelanjutan dari Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun 2014, juara 2 lomba green and clean kategori kepadatan rendah tingkat Kabupaten Bantul tahun 2010, dan penghargaan Kampung Iklim Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup pada tahun 2013 serta masih banyak penghargaan lainnya yang diterima Dusun Serut.

Pada tahun 2007, pasca gempa DIY 2006, masyarakat Dusun Serut menyusun perencanaan kawasan berjangka waktu 5 tahun (2008-2012) dengan pendampingan. Manfaat perencanaan telah dirasakan warga Dusun Serut seperti pembangunan wilayah yang terintegrasi dengan baik sehingga mampu untuk meningkatkan kualitas lingkungan tempat tinggal dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Upaya pembangunan Dusun Serut ini mendapatkan apresiasi dengan menerima penghargaan baik dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Setelah berhasil melakukan pembangunan jangka menengah sesuai dengan perencanaan, selanjutnya masyarakat Dusun Serut dengan pendampingan dari Caritra melakukan perencanaan jangka panjang hingga tahun 2030 dengan visi “Kampung Hijau, Dusun Belajar Bersama”. Dengan mengadopsi konsep “eco village”, perencanaan wilayah Dusun Serut berorientasi pada prinsip ramah lingkungan dan mandiri energi. Meskipun demikian, Dusun Serut masih konsisten terhadap potensi pertanian organik yang dikembangkan dengan konsep “integrated farming” untuk
mewujudkan Dusun Serut yang lebih produktif, sehat, kreatif, aktif, bersemangat dan mandiri.

Untuk merekam hal-hal yang telah kami lakukan di Dusun Serut, kami merangkumnya dalam sebuah buku dengan judul “Serut Hijau 2030” dengan tujuan untuk mengajak masyarakat agar mau memulai merencanakan kawasannya ke depan. Perencanaan kawasan secara partisipatif merupakan langkah yang strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mempertahankan nilai-nilai lokal.