Sebagai rangkaian dari Anniversary ke-25, pada tanggal 23 Juli 2019 Dekson mengadakan acara W.E.S.T (Workshop – Exhibiton – Seminar -Training) 2019 di Yogyakarta. Acara WEST 2019 ini mengangkat berbagai isu pembangunan yang sangat menarik dengan mendatangkan berbagai ahli di bidangnya.  Salah satu isu yang diperbincangkan adalah peradaban Kota Bandara (Aerotropolis) di Daerah Istimewa Yogyakarta yang berkaitan dengan pembangunan bandara baru Yogyakarta International Airport di Temon, Kulon Progo.

WEST 2019 menghadirkan 3 (tiga) narasumber yaitu Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., PhD (pakar Urban Planning), Ir. Ikaputra M.Arch, PhD (pakar Urban Design), dan Ir. Suparwoko (pakar Housing Planning dan Designing). Prof. Ir Bakti Setiawan, M.A., PhD menyampaikan bahwa dalam pengembangan konsep aerotropolis terdapat syarat yang perlu dipenuhi, diantaranya adalah keberadaan aeroline dan aerotrain untuk memperlancaran aksesibilitas dari dan menuju kawasan aerotropolis.  Selain itu, hal lain yang perlu direncanakan dengan baik adalah struktur Bandara YIA dan struktur perkotaan modern yang akan dikembangkan untuk menciptakan harmonisasi pemanfaatan ruang antara bandara dengan kawasan di sekitarnya.

Dengan adanya pengembangan konsep aerotropolis di Kabupaten Kulon Progo, sudah pastinya akan membawa dampak pada sosial ekonomi masyarakat. Maka dari itu diperlukan solusi yang baik agar pengembangan konsep aerotropolis tetap berjalan dan tidak mengganggu sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Kulon Progo. Salah satu solusi yang baik untuk diterapkan dalam hal ini adalah penerapan program agroaerotropolis sebagai industri high value agriculture Kabupaten Kulon Progo. Sehingga dengan adanya pengembangan konsep aerotropolis ini terdapat opportunity untuk mempertahankan dan mengembangkan sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Kulon Progo.

Sistem pembangunan di DIY berbeda dengan wilayah lainnya. Apabila terdapat program pembangunan wilayah yang akan diterapkan, maka hal terpenting yang dipertanyakan dalam penerapan program tersebut adalah apakah program yang diterapkan dapat tetap menjaga nilai luhur masyarakat DIY atau bahkan dengan adanya program tersebut nilai-nilai luhur masyarakat DIY akan hilang? Sehingga penerapan konsep aerotropolis ini memerlukan kajian lebih dalam, supaya dengan adanya konsep kota bandara yang diterapkan di Kulon Progo dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mampu menjaga nilai luhur yang terkandung dalam kehidupan masyarakat.

 

(IPI/KP)