Hari minggu kemarin berpartisipasi dalam kegiatan Seminar Nasional Eco Infrastructure Festival 2019 yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM bertempat di University Club UGM. Acara digelar tanggal 17 November 2019 tersebut menampilkan berbagai pembicara yang ahli dalam bidangnya serta mengundang berbagai universitas yang ada di Yogyakarta.

Penggunaan energi secara besar-besaran di Indonesia akan mengancam cadangan energi yang ada. Hal tersebut membuat cadangan minyak kita diperkirakan akan habis pada tahun 2037. Urgensi tersebut mendorong para stakeholder untuk menciptakan infrastruktur dengan konsumsi energi seminimal mungkin. Berdasarkan data Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bangunan mengonsumsi 40% energi, 25% air, dan 40% sumber daya di dunia. Bangunan disebut sebagai pemakan energi terbesar, tak terkecuali di Indonesia.

Acara ini merupakan seminar tentang pengembangan infrastruktur yang inovatif dan ramah lingkungan. Koordinasi antar stakeholder merupakan kunci utama untuk pengembangan infrastruktur. Pemerintah sebagai pengambil kebijakan  harus menetapkan regulasi tentang pengembangan infrastruktur yang ramah lingkungan, seiring dengan itu, sektor swasta harus mengambil peran dalam inovasi pengembangan infrastruktur. Selain itu, sebagai akademisi harus berpikir inovatif dan termotivasi dalam pengembangan infrastruktur yang ramah lingkungan. Apabila sudah terjalin hubungan secara sistematis antar stakeholder maka akan tercipta pengembangan infrastruktur yang inovatif dan ramah lingkungan di Indonesia.