Menjalankan tugas sebagai seorang pemimpin, tentu bukanlah hal yang mudah. Seorang pemimpin harus dapat membawa organisasi yang ia pimpin meraih keberhasilanya dan mampu bertanggung jawab ketika organisasi yang ia pimpin mengalami kegagalan. Seorang pemimpin juga harus bisa memaksimalkan seluruh bakat dan potensi sumber daya manusia di organisasinya. Dengan tanggung jawab yang besar, tidak semua orang dapat menjadi pemimpin. Tapi semua orang mempunyai peluang untuk menjadi pemimpin.

Webinar IKMADIKSI STAB Negeri Raden Wijaya, yang dilaksanakan selama 2 hari yaitu dari tanggal 15-16 Februari 2021 mengangkat “Forming The Spirit of Professional & Responsible Leader in Organization” sebagai tema dari webinar yang mereka adakan. Dr. Ir. Mahditia Paramita, M.Sc (Dosen UGM dan Direktur Eksekutif HRC Caritra) dan Bambang P., S.E., M.M (Anggota DPR-RI) menjadi narasumber di hari ke 2 webinar ini.

Dr. Ir. Mahditia Paramita, M.Sc selaku narasumber yang pertama memulai penyampaian materinya dengan membahas pengertian organisasi, ciri-ciri organisasi dan prinsip-prinsip organisasi.  Banyak sekali prinsip-prinsip organisasi yang disampaikan yaitu sikap jujur & disiplin, pembagian kerja yang sesuai dengan karakter dan kemampuan organisasi, pentingnya memiliki rasa tanggung jawab, kesatuan perintah dan kesatuan pengarahan, keutamaan kepentingan organisasi dibandingkan kepentingan individu, pemberian penghargaan, ketertiban, keadilan, inisiatif serta semangat kesatuan. Semua hal tersebut merupakan sebuah prinsip-prinsip yang harus dipegang teguh untuk kelancaran sebuah organisasi.

Dalam sebuah organisasi, tentu diperlukan seorang pemimpin untuk mencapai tujuan dari sebuah organisasi. Keberhasilan tujuan tersebut akan sangat bergantung terhadap pemimpinnya.

Lalu apa saja sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin?

Dr. Ir. Mahditia Paramita, M.Sc menyampaikan beberapa sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, yaitu seorang pemimpin harus dapat berhubungan dan berkomunikasi yang baik dengan orang-orang yang bekerja dengannya, mampu membimbing anggotanya apabila melakukan kesalahan, dapat menciptakan konsep organisasi dimana karyawannya memilih sendiri tugas pekerjaan yang mereka harapkan agar dapat bekerja maksimal, dapat memanfaatkan otoritas kekuasaannya dengan baik, terbiasa untuk mendengar bukan hanya memerintah, dapat mengenali dan mampu mengembangkan bakat yang dimiliki seseorang. Pada akhirnya seseorang yang memiliki sikap kepemimpinan, tanpa posisi dan jabatan tertentu ia akan tetap diikuti oleh orang lain.

Seorang pemimpin juga wajib memiliki sifat kepemimpinan situasional. Kepemimpian situasional adalah kepemimpinan yang tangguh dalam menghadapi seluruh perubahan yang ada. Terdapat 4 leadership style dalam kepemimpinan situasional yaitu directing, coaching, supporting dan delegating. Keempat leadership style tersebut berusaha untuk memberikan pengarahan terhadap anggotanya sembari memberikan dukungan moral yang kuat terhadap anggotanya. Yang perlu diingat adalah pemimpin yang hebat akan menerima bahwa kegagalan adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari dan mampu menghadapi kegagalan yang terjadi.

Hal-hal yang sudah disampaikan oleh Dr. Ir. Mahditia Paramita, M.Sc ini, telah diterapkan kepada organisasi yang ia pimpin yaitu HRC Caritra. HRC Caritra merupakan sebuah organisasi yang fokus terhadap kegiatan sosial dan kemanusian terutama dalam hal perumahan dan permukiman. Prinsip yang dimiliki oleh organisasi ini yaitu kemandirian, kontribusi, komitmen dan pemberdayaan. Dalam menjalankan organisasinya, ia menerapkan beberapa nilai yang harus ada didalam organisasi HRC Caritra diantaranya adalah integritas, kompetensi, berorientasi klien dan berorientasi manfaat. Dengan menerapkan semua hal tersebut, sudah banyak prestasi yang diraih oleh HRC Caritra diantaranya adalah cabang kerja diberbagai pelosok negeri, sudah melayani berbagai program terkait perumahan dan permukiman di beberapa provinsi di Indonesia, mampu bekerja sama dengan pemerintah maupun non pemerintah, dan sudah bekerjasama dengan lebih dari 40 desa untuk melakukan perencanaan pembangunan desa.

Sebelum menutup sesi materi pertama, diadakan diskusi berupa kegiatan tanya jawab kepada Dr. Ir. Mahditia Paramita, M.Sc. Berikut merupakan beberapa pertanyaan selama proses ini berlangsung :

  • Bagaimana tindakan yang harus kita lakukan, ketika menjadi seorang pemimpin dan dihadapkan terhadap permasalahan perbedaan pendapat antar anggota yang kita pimpin?

Prinsipnya adalah perbedaan pendapat adalah hal yang sangat wajar. Untuk itu diperlukan sebuah diskusi dan sifat saling mengerti antar sesama tim. Sebagai seorang pemimpin kita harus dapat menyimpulkan masing-masing nilai positif terhadap pendapat kedua orang yang sedang berselisih, lalu diambil jalan tengah yang mampu memecahkan masalah tersebut.

  • Bagaimana menyikapi ketika banyak yang mencibir kita saat kita memilih untuk menjadi seorang pemimpin?

Pemimpin dalam jabatannya itu sama seperti puncak pohon, angin yang bertiup akan semakin kencang. Jika banyak yang mencibir itu hal biasa, ketika ada anggota yang tidak bisa bekerjasama maka kita harus bisa mencari anggota yang benar-benar ingin berdedikasi bersama. Awal ketika mulai HRC Caritra banyak yang mencibir juga, namun kami juga yakin bahwa akan bisa berkembang, akhirnya saat ini banyak yang membutuhkan kami dan di Indonesia juga tidak banyak yang seperti HRC Caritra. Ketika kita yakin dengan prinsip yang kita miliki maka kita dapat menjadi seorang pemimpin yang hebat.

 

Narasumber berikutnya yaitu Bambang P., S.E., M.M. Selama proses penyampaian materinya, ia membahas mengenai organisasi yang menjadi alat atau kendaraan untuk mencapai suatu tujuan. Terdapat 3 hal utama dalam organisasi yaitu karakteristik, struktur, dan sistem. Dalam memilih organisasi, kita harus mampu untuk memilih organisasi yang baik dan membuat kita berkembang, karena tidak semua organisasi dapat menyalurkan bakat yang kita miliki. Kita harus memilih organisasi sesuai dengan passion yang kita punya, jangan memilih organisasi hanya karna mengikuti orang lain.  Selain itu Bambang P., S.E., M.M juga membahas mengenai bentuk pemimpin yang professional dan bertanggung jawab berdasarkan Trilogi BPJ yaitu Beretika, Profesional, dan Jaringan. (AG)