Penggunaan energi perlu diimbangkan dengan penyediaan energi. Seiring dengan modernisasi jaman dan kemajuan teknologi, semua kegiatan manusia membutuhkan sumber energi terbarukan, yaitu listrik. Penggunaan listrik di DIY yang terbesar datang dari sektor rumah tangga (57% dari total penggunaan listrik), diikuti oleh sektor bisnis sebesar 19%, sektor industri sebesar 11%, dan sektor sosial sebesar 7%. Sedangkan sektor publik merupakan sektor yang paling sedikit mengkonsumsi energi listrik yaitu sebesar 6%.  Memang, tidak mudah untuk mengatur ranah privat masyarakat meskipun itu memiliki dampak besar bagi lingkungan sekitarnya, baik di masa kini maupun mendatang. Tetapi rekayasa teknologi melalui prinsip-prinsip penghematan energi sesungguhnya dapat diterapkan pada pemenuhan persyaratan kesehatan rumah, yang meliputi sistem penghawaan, pencahayaan, sanitasi dan penggunaan bahan bangunan.

Sebuah inovasi datang dari Earth Advantage, lembaga nirlaba di Portland, Oregon, yang menjawab permasalahan tersebut melalui pendekatan insentif. Earth Advantage memiliki prinsip dalam perancangan dan pembangunan perumahan dengan dampak seminimal mungkin terhadap alam dan pengembangan bangunan yang lebih menjurus kepada praktik berkelanjutan. Salah satu inovasi yang dimiliki adalah pembuatan sertifikat bangunan Zero Energy dan Zero Energy Ready. Sertifikat ini diberikan kepada pengembang dan pemilik bangunan. Sertifikat Zero Energy merupakan sertifikat bagi bangunan yang ramah penggunaan energinya, sementara sertifikat Zero Energy Ready lebih diperuntukkan bagi pasar menengah ke bawah, yang fisik bangunannya didesain menjadi rumah tumbuh yang masih bisa berkembang di kemudian hari.

5 aspek yang dinilai dalam pemerolehan sertifikat ini adalah (1) efisiensi energi, (2) kualitas udara dalam ruangan, (3) efisiensi sumber daya, (4) pertanggungjawaban terhadap lingkungan, dan (5) konservasi air. Dengan bekerja bersama pengembang, pembangun, arsitek, dan pemilik rumah, Earth Advantage mempertemukan kebutuhan rumah, prinsip hemat energi, dan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Tidak hanya dari segi ketersediaan energi saja yang dipikirkan tapi perlu juga untuk menekan permintaan terhadap penggunaan energi untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan. Dengan menggunakan perlengkapan rumah tangga yang high-performance dan teknik pemasangan saluran udara yang benar, dapat menurunkan tagihan listrik per rumah secara signifikan.

Sumber : http://www.earthadvantage.org/